19.40

GERAK LURUS

Diposting oleh Unknown |


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )  



8.1   Kecepatan rata-rata dan perpindahan
Perpindahan sebuah benda didefinisikan sebagai perpindahan posisinya, benda yang mengalami perubahan posisi dikatakan berpindah, misalnya seseorang memperhatikan stop watch sebuah benda berubah pada posisi pada t1 = 10s berada pada jarak 15 meter dari titik acuan dan pada t2 = 20s benda berada pada jarak 75 meter dari titik acuan dan berpindah mengikuti garis lurus pada sumbu x ditulis dalam bentuk koordinat waktu dan posisi (t, x) adalah sebagai berikut (10, 15) dan (20, 75).


8.2   Kecepatan Sesaat
Jika seseorang mengendarai mobil bergerak lurus selama 2 jam dan menempuh jarak 150 Km maka mobil tersebut bergerak rata-rata sebesar
tetapi mustahil mobil tersebut setiap saat bergerak dengan kecepatan 75 Km/jam misalnya pada waktu mulai bergerak dan waktu mau berhenti tidak mungkin seketika berubah, kecepatan yang dilihat pada saat tertentu disebut kecepatan sesaat atau dengan ungkapan matematika keecepatan sesaat didefinisikan sebagai berikut:
8.3   Percepatan
Pada umumnya kecepatan benda juga berubah terus dengan waktu. Sebuah benda yang kecepatannya berubah disebut mengalami percepatan, jika dalam selang waktu kecil mengalami perrubahan kecepatan yang besar maka benda tersebut memiliki percepatan yang besar, seperti halnya kecepatan dikenal ada kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat maka percepatan pun sama, dengan mengambil analoginya dengan kecepatan maka:


8.4   Gerak lurus dipercepat beraturan
Sebuah gerak yang lintasannya lurus dan dipercepat dengan percepatan tetap dinamakan gerak lurus beraturan (glbb). A = tetap (konstan).
Persamaan kecepatan pada setiap saat yang didapat dari percepatan tersebut dapat dicari dengan cara mengintegralkan percepatan (sebabintegral adalah kebalikan dari diferensial).
                       

8.5   Benda jatuh


Benda yang dijatuhkan secara bebas dan dianggap mempunyai percepatan tetap sebesar percepatan gravitasi (g m/s) dan kecepatan awalnya nol maka kecepatan benda mencapai tanah dapat diturunkan dari persamaan:

V2 = V02 + 2ax
v0 = 0
 x =h
a = g m/s
sehingga v2 = 2 gh 

Benda dilempar vertikal
Benda ditembakkan ke atas dengan kecepatan V0 dan diperlambat dengan perlambatab tetap g m/s2 mengikuti persamaan.

19.33

KERJA DAN ENERGI

Diposting oleh Unknown |



Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )  


Energi adalah sesuatu besaran fisis yang dapat menghasilkan kerja bisa di transformasikan dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Pada pembahasan di sini dititik beratkan pada energi mekanik yang terdiri dari energi kinetik dan energi potensial.

8.1 Energi dan Kerja
Energi, atau sering kali disebut tenaga, adalah suatu pengertian yang sering sekali digunakan orang. Akhir-akhir ini kita banyak berita tentang krisis energi, yang tidak lain adalah krisis bahan bakar. Bahan bakar adalah sesuatu yang menyimpan energi; jika dibakar kita memperoleh energi, yang selanjutnya dapat digunakan untuk transfort, atau menjalankan mesin dalam suatu pabrik. Akan tetapi energi adalah suatu pengertian yang tidak mudah didefinisiksn dengan singkat dan tepat.

8.2 Transformasi energi dan hukum kekekalan energi
Dalam fisika kita juga artikan energi sebagai kemampuan melakukan kerja. Energi di dalam alam adalah suatu besaran yang kekal. Energi dapat berubah dari suatu bentuk ke bentuk lain, misalnya pada kompor di dapur, energi yang tersimpan dalam minyak tanah diubah menjadi api. Selanjutnya jika api digunakan untuk memanaskan air, energi berubah bentuk lagi menjadi gerak molekul-molekul air. Contoh lain, energi yang didapat dari pembakaran berubah menjadi energi gerak pada mobil. Perubahan bentuk energi ini di sebut transformasi energi.

8.4 Proses transfer dan transformasi energi
Agar lebih jelas lagi, marilah kita bahas suatu proses perubahan dan perpindahan energi. Untuk itu kita rancang suatu eksperimen sederhana seperti ditunjukan pada gambar 8.1. sebuah kompor minyak tanah dipergunakan untuk memanaskan air dalam suatu ketel air yang diperlengkapi dengan  suatu silinder atau torak. Ketel ini tidak lain adalah suatu motor uap sederhana. Torak mendorong batang penggerak, yang selanjutnya menarik tali.

8.5 Ukuran transfer energi
Kerja yang dilakukan oleh sebuah gaya dapat diukur dari banyaknya bahan bakar yang diperlukan untuk melakukan kerja tersebut.
Jika dalam eksperimen kita usahakan agar tidak ada energi yang hilang sebagai kalor, maka energi dari bahan bakar seluruhnya dipergunakan untuk melakukan kerja. Untuk suatu gaya F tertetu yang bekerja pada benda tertentu, perpindahan benda sebesar 2 d memerlukan bahan bakar 2 kali perpindahan d. sedangkan untuk suatu perpindahan tertentu, gaya 2 F memerlukan bahan bakar dua kali gaya  F. jadi kerja yang dilakukan oleh gaya F yang menyebabkan pergeseran benda sebesar ∆x dalam arah F dapat dituliskan sebagai
8.6 Satuan
Mungkin anda bertanya apakah satuan untuk kerja. Dari persamaan kita dapat melihat bahwa satuan untuk kerja adalah satuan untuk gaya dikalikan dengan satuan untuk panjang. Dalam system satuan MKS, satuan untuk gaya adalah newton (N) dan satuan untuk panjang dalah meter (m), sehingga satuan untuk kerja haruslah newton- meter, (Nm); satuan ini kita sebut joule.

8.7 Gaya tak sejajar gerak
Sekarang misalkan perpindahan ∆x tidak sejajar dengan arah  berapakah besar kerja yang dilakukan pada benda.

8.8 Usaha oleh gaya yang tidak konstan
a.    Usaha oleh gaya tekan normal N, arah N selalu tegak lurus lintasan sedang nilai N boleh tetap/berubah-ubah maka usaha oleh N selalu = 0
b.    Usaha oleh gaya gesekan yang nilainya konstan pada lintasan lurus/tidak lurus. Arah fr selalu berlawanan arah gesek, jadi selalu negative.
Usaha oleh gaya gesekan fr = fr . ds (ds = panjang lintasan)

Energi/tenaga Mekanik
Ketentuan : suatu benda ( oleh sesuatu sebab gaya) dikatakan memiliki suatu tenaga, bila benda itu mempunyai kemampua/kesanggupan untuk melakukan suatu usaha.
Dibedakan dua macam tenaga : yaitu tenaga gerak atau kinetis dan tenaga tempat atau potensial.

8.9 Energi Kinetik
Suatu benda dengan massa m sedang bergerak dengan kecepatan  memiliki tenaga gerak karena benda itu mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha. Peluru yang ditembakan memiliki tenaga gerak, karena itu dapat menembus/masuk kedalam sasarannya yang dikenal, makin besar/berat peluru makin dalam menembusnya, juga makin besar kecepatannya makin dalam pula menembusnya.
8.10 Energi potensial
Suatu benda yang beratnya W berada disuatu tempat, memiliki tenaga tempat terhadap suatu tempat lain yang kita pilih. Karena benda itu mempunyai kemampuan melakukan usaha dari tempat tersebut ketempat yang lain ( yang kita pilih). Tempat yang dipilih kita tentukan, sebagai bidang potensial nol,

19.30

MOMEN GAYA DAN PUSAT MASSA

Diposting oleh Unknown |


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )  



FISIKA MEKANIKA
Momen Gaya dan pusat massa



7.1 Momen gaya
Jika gaya menyebabkan benda bergerak misal dari gerak lurus menjadi berhenti
Atau menjadi balik arah atau bergerak diperlambat bahkan bergerak dapat dipercepat maka momen gaya dapat mengakibatkan benda berputar,momen gaya dipengaruhi oleh besar gaya dan ;jarak gaya dari titik tumpuan ( Lengan gaya ) dan arah  gaya.momen gaya sering disebut TORKA atau TORSI.




Dari gambar 7.1 ( a)sampai dengan 7.1 ( d ) gaya yang diberikan sama besar tapi jarak atau gaya arah jarak berbeda-beda maka akan menghasilkan gaya yang berbeda-beda.



Dari gambar 7.2 terlihat bahwa f = r sin θ adalah jarak pusat putaran gaya diman antara gaya dan jarak ke pusat getaransaling tegak lurus atau sederhananya.
Diputar dari pusat r ke f sesuai dengan lipatan empat jari tangan kanan maka momen gaya sesuai dengan arah ibu jari tangan kanan.
Sesuai perjanjian yang umum dipakai kita mengambil arah gaya positif jika benda cenderung berputar berlawanan arah dengan arah putaranjarum jam dan negatif jika benda berputar searah dengan arah putaran jarum jam

Catatan : perjanjian diatas tidak berlaku mutlak


7.2 Menjumlahkan gaya gaya sejajar

Suatu  batang dipengaruhi oleh dua gaya masing – masing F1 dan F2 dan mempunyai jaralk dari titik tumpuan x1 dan x2

Jumlah gaya ( resultant ) dari f1 dan f2 adalah
Sedang resultanrte gaya adalah:


19.00

GAYA GESEK

Diposting oleh Unknown |


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )  


FISIKA MEKANIKA
6.1 Gaya Gesek
Gaya gesekan merupakan gaya yang terjadi karena akibat bersentuhannya dua permukaan yang berbeda.

Gaya gesek ini didapat dari hasil empiric yang tidak didasarkan pada teori sebab musabab terjadinya gesekan dengan demikian tidakk ada teori eksak tentang gesekan.

Beberapa variabel yang mempengaruhi gesekan dari pengamatan antara lain
·         Bahan yang dipergunakan
·         Tingkat kehalusan permukaan
·         Selaput permukaan
·         Temperature
·         Kebersihan permukaan


6.2 Contoh-contoh Penerapan
contoh 1.
Gambar 6.2 a benda pada bidang miring dengan sudut kemiringan  maka diagram gaya dapat digambarkan sebagai berikut
Gambar 6.2 b diagram gaya bebas untuk balok

Besaran fs dipengaruhi oleh kemiringan ( 0 jika bekerja m g sin  mencapai harga  maka benda mulai meluncur.
Sehingga benda mulai meluncur terjadi pada kemiringan
contoh 2
Kita tinjau  mobil yang sedang bergerak diatas suatu jalan lurus dan datar dengan kecepatan tetap Vo jika koofesien gerak anatara ban dan jalan adalah , tentukan jarak terdekat mobil dapat dihentikan.

18.20

HUKUM NEWTON II DAN PENERAPANNYA

Diposting oleh Unknown |


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )  



FISIKA MEKANIKA

5.1 Hukum Newton II
Dalam buku yang ditulis Newton Principle, Newton menyatakan hukum II dalam bentuk momentum yaitu yang disebut kuantitas gerak. Dalam Fisika Modern Newton berbunyi:
“ Perubahan momentum persatuan waktu berbanding lurus dengan gaya resultan, dan mempunyai arah sama dengan gaya tersebut.”

5.2 Penerapan Hukum Newton II
Contoh 1 :
Kita ingin menganalisa gerak sebuah balok pada bidang miring yang licin (gaya gesek dianggap nol) seperti ditunjukkan pada gambar 5.1
Contoh 2 :
Sebuah balok dengan massa m terletak pada permukaan horizontal yang licin. Dan ditarik dengan seutas tali yang dihubungkan dengan benda lain dengan massa m seperti terlihat pada gambar 5.2
Contoh 3:
Dua buah benda bermassa tidak sama besar dihubungkan dengan seutas tali melalui katrol (pada gambar 5.3)

18.17

FISIKA MEKANIKA (STATIKA)

Diposting oleh Unknown |

Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )  

4.1  Hukum Newton I

Apabila benda dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan menurut sebuah garis lurus, maka resultance dari gaya seluruhnya yang bekerja pada benda itu adalah nol.
Benda-benda yang memenuhi hubungan diatas disebut benda yang seimbang
            Fx = 0, Fy = 0, Fz = 0

4.2 Hukum Newton II
Suatu tarikan yang bekerja pada suatu satuan massa standar dan menghasilkan satu satuan percepatan kita sebut suatu satuan gaya.sehingga hubungan ini dapat ditulis : F = m. a
4.3 Hukum Newton III
Suatu gaya yang bekerja pada suatu benda selalu berasal dari benda lain. Jadi suatu gaya sebetulnya adalah interaksi antara dua benda. Kita dapatkan, bahwa jika suatu benda melakukan sebuah benda lain, benda kedua selalu melakukan balasan pada benda pertama. Disamping itu kedua gaya ini mempunyai besar yang sama dan arah berlawanan.

17.39

PROYEKSI VEKTOR PADA RUANG TIGA DIMENSI

Diposting oleh Unknown |


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )  


3.1  Proyeksi vektor pada ruang tiga dimensi
Ruang tiga dimensi yang di bahas pada pasal ini adalah ruang tiga dimensi yang di bentukoleh sumbu x, sumbu y dan sumbu z yang antara sumbu saling tegak lurus atau membentuk sudut 90 derajat.

3.2 Operasi perkalian vektor
Terdapat dua definisi perkalian vektor yakni :
1.    Perkalian titik / dot product diberi symbol titik (·).
2.    Perkalian silang / cross product diberi symbol X.

3.2.1 Perkalian titik (·)
Perkalian  titik didefinisikan sebagai berikut:
Perkalian titik antara dua vektor menghasilkan besaran scalar dengan ketentuan

3.2.2  Perkalian silang
Perkalian silang antara dua vektor menghasilkan vektor baru dengan ketentuan sebagai berikut misalkan vektor A dan B pada dua dimensi seperti pada gambar 3.5 

17.35

MODUL II : FISIKA MEKANIKA (VEKTOR I)

Diposting oleh Unknown |



 Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download ) 

2.1 Definisi
Secara sederhana vektor yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah :
Sebuah besaran yang mempunyai nilai ( Harga ) dan arah.
2.2 Penggambaran vektor dan satuan vektor
Untuk menggambarkan sebuah besaran yang mempunyai nilai dan arah diwakili oleh sebuah panah dengan aturan : 
1.    Panjang panah menunjukan skala harga
2.    Arah panah menunjukan arah vektor
2.3 Penjumlahan vektor
Seperti diungkapkan di atas bahwa sebuah vektor mempunyai harga dan arah sehingga dalam operasinya tidak seperti aljabar biasa.
Ada dua metoda penjumlahan vektor secara gambar yakni :
a).  Metoda segi tiga sbb :
b).  Metoda jajar Genjang

Subscribe