06.36

STATIKA

Diposting oleh Unknown |


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download ) 



10.1       Beban Pada Struktur

Sebuah struktur harus mampu menahan semua beban yang diberikan pada struktur tersebut secara efisien dan aman. Beban struktural merupakan hasil dari gaya-gaya natural. Bahan-bahan yang umum digunakan dalam konstruksi-beton, baja, dan kayu-dibuat menjadi elemen-elemen struktural seperti balok, kolom, lengkungan, dan rangka batang. Elemen-elemen struktural tersebut harus disusun menjadi bentuk-bentuk struktural terbaik yang dapat berfungsi sebagai suatu struktur, namun tetap aman menahan semua beban.

Beban-beban struktural yang paling mendasar adalah beban gravitasi yang bekerja dalam arah vertikal pada struktur. Beban ini mencakup beban mati dan beban hidup yang disebabkan oleh tarikan gravitasi bumi.

Beban mati adalah berat struktur itu sendiri-seperti berat atap, dinding, lantai, balok, kolom, dan lain sebagainya. Beban hidup adalah bebanbeban seperti manusia, perabot yang dapat dipindah-pindahkan, mesin pengangkat barang (forhlfi), mobil, truk, salju, perubahan suhu, atau beban-beban lain yang dapat membebani struktur dalam jangka waktu tertentu.

Beban lateral angin dan gempa bumi adalah beban hidup yang bekerja secara mendatar pada struktur. Ketika angin berhembus ke suatu struktur, struktur tersebut akan bergoyang ke arah samping. Ketika terjadi peristiwa gempa bumi, tanah tempat sebuah struktur yang masif didirikan dengan cepat bergoyang ke arah samping.


10.2 KESEIMBANGAN GAYA DAN MOMEN

Kita dapat memulai pembahasan mengenai kesetimbangan structural dengan meninjau gaya-gaya. Sebuah gaya adalah sebuah dorongan atau sebuah tarikan yang bekerja pada sebuah benda. Ketika Anda sedang berdiri di atas tanah, berat Anda adalah sebuah gaya (aksi) aktif yang menekan ke bawah menuju bumi. Apabila Anda benar-benar ingin mengalami gaya ini, mintalah seseorang untuk berdiri di atas Anda! Anda dapat berdiri dengan tegak karena tanah menekan Anda dengan sebuah
gaya reaktif (reaksi) yang berlawanan, yang besarnya sama dengan berat Anda.


Berat balok diabaikan untuk pembahasan kasus ini.

Gaya-gaya terpusat bekerja pada sebuah titik, tetapi pada kenyataannya tidak ada satu gaya pun yang dapat bekerja di sebuah titik, yang artinya tidak memiliki daerah kerja. Sebenarnya, beban harus bekerja di sebuah daerah terbatas, yang lebih memudahkan dianggap sebagai sebuah titik apabila kita meninjau kesetimbangan gaya.orang yang berdiri di atas balok pada Gambar 1.1 menghasilkan gaya terpusat sebesar 150 lb pada satu titik di atas balok di antara kedua kakinya. Namun demikian, kita melihat bahwa sebenar nya gaya sebesar 150 lb tersebut disebarkan
pada daerah seluas telapak kaki orang tersebut pada balok.

10.2       GAYA DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA
     
Dalam Statika gaya dapat diartikan sebagai muatan atau beban yang bekerja pada suatu struktur.
Seringkali, sebuah gaya berarah miring terhadap arah horisontal dan vertikal, seperti terlihat pada Gambar 1.4. Untuk dapat menggunakan persamaan-persamaan kesetimbangan, gaya miring tunggal tersebut digantikan dengan proyeksi horisontal dan proyeksi vertikalnya. Kedua proyeksi ini disebut komponen-homponen gaya.

Kedua komponen gaya itu adalah pengganti yang setara untuk gaya miring tunggal tersebut, dan begitu pula sebaliknya.


Gaya atau beban menurut macamnya terbagi :

1.      Gaya atau beban terpusat (point load)
Gaya atau beban terbagi (distributed load)
Gaya atau beban momen (momen load)

10.3       JENIS PERLETAKAN PADA STRUKTUR

      Didalam statika ada empat macam sistim perletakan pada struktur :

1. Engsel (Sendi / hinge) ,  diberi notasi               
2. Rol, diberi notasi             
Sifat Rol:
a.    Dapat menahan gaya vertical (tegak lurus rol)
b.    Tidak dapat menahan horizontal (sejajarbidang rol) dan rotasi (momen).
Kita tinjau sepatu roda berikut : apabila dikerjakan gaya P, maka P diurai atas P1tegak lurus lantai dan P2 yang arahnya sejajar dengan lantai. P1 dapat dditahan oleh rol sedangkan P2 tidak dapat ditahan oleh rol sehingga sepatu akan bergerak arah horizontal.

3.Jepit , diberi notasi                                                                                                     
4. Pendel, diberi notasi
10.4       KESETIMBANGAN GAYA

KONSTRUKSI BALOK DENGAN BEBAN TIDAK LANGSUNG 
DAN KOSTRUKSI BALOK YANG MIRING


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download ) 


I Lembar Informasi
A. Tujuan Progam
Setelah selesai mengikuti kegiatan belajar 3 diharapkan mahasiswa dapat :
  1. Menghitung dan menggambar bidang D dan M pada Konstruksi Balok dengan beban tidak langsung.
  2. Menghitung dan menggambar bidang D ,M, dan N pada Konstruksi balok yang miring.

B. Materi Belajar
  1. Konstruksi Balok dengan Beban Tidak Langsung
Pada peristiwa ini beban langsung membebani balok induk, tetapi melalui balok melintang ( balok anak) yang berada di atasnya.
Beban pertama kali membebani balok anak kemudian diteruskan kepada balok induk. Beban yang diterima balok anak bergantung pada jauh dekatnya secara relatif dengan balok anak disebelahnya yang sama-sama mena han beban. Sebagai contoh pada gambar, gaya P ditahan oleh balok anak 1 dan 2 yang masing-masing jaraknya a dan b, maka besar beban yang diterima balok anak 1.

Bila pada suatu balok induk memiliki beberapa balok, anak, maka pelimpahan beban dari balok anak disesuaikan dengan letak dan besar bebannya. Seperti terlihat pada gambar 35, beban F1 berasal dari sebagian P1, beban F2 sebagian berasal dari P1 dan P2, beban F3 berasal dari sebagian P2 dan P3, beban F4 sebagian berasal dari P 3 dan P4, dan beban F5 berasal sebagian dari P4.

Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini
( Klik Icon Download ) 

8.1 TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Mahasiswa memahami dasar-dasar analisa struktur untuk balok sederhana da n balok majemuk/gerber.

8.2 TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
      Mahasiswa memahami cara menghitung reaksi perletakan balok majemuk/gerber

8.3 MATERI
1.    Pengertian balok majemuk dan freebody
2.    Analisis freebody balok mejemuk/gerber

8.4 BALOK MAJEMUK/GERBER
      Untuk menghitung reaksi perletakan dari balok gerber harus dengan cara menghitung reaksi perleakan potongan (freebody) dari balok yang menumpang atau yang tidak stabil terlebih dahulu.

PORTAL SEDERHANA DAN MAJEMUK

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Mahasiswa mengerti cara menganalisa portal statis tertentu dengan prinsip-prinsip 


 TUJUAN INSTRUKSIONAL 
Mahasiswa dapat menghitung gaya-gaya reaksi perletakan pada portal sederhana statis 


MATERI
1.    Portal Tunggal
2.    Portal majemuk / 

PORTAL TUNGGAL SEDERHANA
      Portal tunggal/sederhana adalh struktur /bangunan sipil yang jumlah komponen perletakannya maksimum 3 buah dan terdiri atas satu buah portal, sehingga dengan mengaktifkan 3 persamaan statika, semua komponen tersebut dapat dihitung.

        PORTAL MAJEMUK/GERBER
Portal majemuk adalah struktur yang terdiri atas beberapa portal/freebody yang dihubungkan dengan sendi engsel, dan setiap portal/freebodynya dapat dianalisis sendiri-sendiri dengan menggunakan persamaan statika/kesetimbangan

PELENGKUNGAN TIGA SENDI
(2 kali pertemuan)

4.1 TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
 Mahasiswa mengerti cara analisis portal pelengkung tiga sendi


4.2 TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
      Mahasiswa dapat menghitung perletakan struktur portal pelengkung tiga sendi.

4.3 MATERI
1.Pelengkung Tiga Sendi
2.Analis Pelengkung Tiga Sendi

4.4 PELENGKUNG TIGA SENDI
Kita tinjau dari knstruksi dibawah ini :                     
4.5 ANALISA PELENGKUNG SENDI

KONSTRUKSI BALOK SEDERHANA  DENGAN BEBAN MERATA 
DAN TERPUSAT ( KOMBINASI )




Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini
( Klik Icon Download )


KBS dengan Beban Momen
  1. KBS dengan Beban Momen Negatif pada Salah Satu Ujungnya

  1. KBS dengan Beban Momen Negatif pada Kedua Ujungnya ( MA > MB )

KONSTRUKSI BALOK TERJEPIT SATU TUMPUAN DAN KONSTRUKSI BALOK OVERSTEK (EMPERAN)

I. Lembar Informasi ( Waktu 2 jam )

  1. Tujuan Program

Setelah selesai mengikuti kegiatan belajar ini diharapkan peserta kuliah dapat :
  1. Menghitung reaksi, gaya melintang, gaya normal, dan momen lentur pada konstruksi balok terjepit satu tumpuan.
  2. Menggambar bidang gaya melintang,bidang gaya normal,dan bidang momen lentur pada konstruksi balok overstek.

  1. Materi Belajar

  1. Konstruksi Balok Terjepit Satu Tumpuan ( KBTST ) KBTST dengan Beban Terpusat

KBTST dengan Beban Merata


2. Konstruksi Balok yang Ber-Overstek ( KBO )

1.KOB Tunggal dengan Beban Terpusat
Diketahui konstruksi balok yang ber-overstek seperti gambar dibawah. Diminta menghitung dan kemudian menggambar bidang D dan M secara grafis dan analitis.

2.KBO Ganda dengan Beban Terbagi Merata

Diketahui Konstruksi Balok dengan overstek ganda yang dibebani beban merata seperti gambar dibawah ini. Diminta menghitung dan kemudian menggambar bidang M dan D secara analitis.

KONSTRUKSI BALOK DENGAN BEBAN TERPUSAT DAN MERATA


Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini
( Klik Icon Download )





A. Tujuan Instruksional
Setelah selesai mengikuti kegiatan belajar ini diharapkan peserta kuliah STATIKA I
dapat :
  1. Menghitung reaksi, gaya melintang, gaya normal, dan momen lentur pada beban terpusat.
  2. Menggambar bidang gaya melintang,bidang gaya normal,dan bidang momen lentur pada beban terpusat.
  3. Menghitung reaksi,gaya melintang,gaya normal,dan momen lentur pada kombinasi beban terpusat dan terbagi merata.
  4. Menggambar bidang gaya melintang,bidang gaya normal,dan bidang momen lentur pada kombinasi beban terpusat dan merata.
B. Materi Belajar
Pengertian Istilah
1. Tumpuan
2. Jenis Konstruksi
3. Gaya Normal dan Bidang Gaya Normal 
4. Gaya Melintang dan Bidang Gaya Melintang ( Shear Force Diagram =SFD )
5. Momen dan Bidang Momen ( Bending Moment Diagram = BMD ) 
Oleh karena itu perhatikan betul – betul perjanjian tanda di atas.
A. Konstruksi Balok Sederhana ( KBS )
Yang dimaksud dengan konstruksi balok sederhana adalah konstruksi balok yang ditumpu pada dua titik tumpu yang masing – masing berupa sendi dan rol. Jenis konstruksi ini adalah statis tertentu yang dapat diselesaikan dengan persamaan keseimbangan.

Penggambaran Bidang D ( Gaya melintang )
Penggambaran Bidang Momen ( M )
Penggambaran Bidang Gaya Normal ( Bidang N )

2. KBS dengan Beban Merata

Untuk menghitung dan kemudian menggambar bidang M dan bidang D pada pembebanan merata dapat dilakukan secara grafis dan analitis. Pada cara grafis, beban merata di transfer menjadi beban terpusat.
Dengan adanya transfer pembebanan ini, gambar bidang M dan bidang N akan sedikit berbeda apabila dihitung tanpa transfer beban.
Perbedaan ini tergantung pada transfernya, semakin kecil elemen beban yang di transfer menjadi beban merata semakin teliti ( mendekati sebenarnya ) gambar bidang M dan bidang D nya. Dengan kata lain cara grafis kurang teliti bila disbanding dengan cara analitis.




Subscribe