18.58

TEKNIK-TEKNIK OPTIMISASI

Diposkan oleh Unknown |


TEKNIK-TEKNIK OPTIMISASI DAN PERANGKAT-PERANGKAT
MANAJEMEN BARU 

 ntuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )




Pendahuluan
Hubungan ekonomi dapat digambarkan dalam bentuk persamaan, tabel, atau grafik. Bila hubungannya sederhana grafik dan atau tabel sudah mencukupi, tapi jika hubungannya rumit maka menggunakan persamaan sangat diperlukan. Hubungan dengan menggunakan persamaan juga diperluk an untuk menentukan solusi optimal dari suatu masalah.
Penerimaan.
Adalah : TR = P x Q
Contoh, hubungan antara penerimaan penjualan dengan kuantitas penjualan dapat dijelaskan dengan persamaan:
TR = 100Q -10Q2
Hubungan sederhana itu dapat dibuatkan tabel dan grafiknya.

Biaya total, rata-rata, dan marjinal

Q (Unit)
TC (Rp)
AC (Rp)
MC (Rp)
0
20


1
140


2
160


3
180


4
240


5
480




Hubungan kurva TC dan MC
Kurva MC adalah derivasi dari kurva TC
Hubungan kurva AC dan MC
Jika: AC < MC
         AC > MC
         AC = MC
Analisis Optimasi
Laba maksimum tercapai ketika MC = MR
 
Diferensial Kalkulus

Kaedah-kaedah diferensiasi

Maksimisasi Tanpa Kendala
Katakanlah suatu aktivitas (X) menghasilkan manfaat penerimaan, R sehingga R = R(X) dan aktivitas tersebut memerlukan biaya, C, sehingga C = C(X). Katakanlah bahwa tujuan kita ingin memaksimasi manfaat bersih, NR, yang didefinisikan sebagai perbedaan antara manfaat dan biaya, maka  NR = NB(X) = R(X) – C(X)
Berdasarkan dalil Kalkulus, NB maksimum dapat dicapai dengan cara menderivasi persamaan NR terhadap kegiatan X dan samakan turunan pertama hasil derivasi dengan nol. Ini merupakan syarat esensial maksimisasi. Hasil derivasi tersebut adalah :

Maksimisasi Fungsi Berkendala

Maksimisasi fungsi berkendala yaitu memaksimumkan suatu persamaan dengan adanya persamaan lain sebagai kendala. Persamaan yang akan dimaksimumkan adalah fungsi tujuan dan sebagai kendalanya adalah fungsi atau persamaan terkendala. Kedua persamaan ini kemudian digabungkan dalam persamaan Lagrange untuk kemudian dicari solusinya.

Minimisasi Fungsi Berkendala

Katakanlah, suatu perusahaan ingin meminimumkan biaya produksi yang merupakan  jumlah dari total pengeluaran n aktivitas X1, X2, …., Xn, sehingga biaya produksi tersebut digambarkan dengan fungsi :
C = P1X1 + P2X2 + …. + PnXn

Konsep Total, Marjinal, dan Rata-rata

Dalam ekonomi manajerial, dua variabel yang sering diukur secara total, marginal, dan rata-rata adalah biaya dan produksi. Berdasarkan atas biaya  dan produksi serta setelah dipertimbangkan faktor harga maka dapat dihitung penerimaan (revenue) serta pendapatan atau laba (profit).

Biaya

Biaya total (total assets) adalah keseluruhan biaya yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan untuk memperoleh suatu output tertentu. Biaya total (TC = Total Cost) biasanya merupakan fungsi dari output yang dihasilkan. Semakin banyak output yang dihasilkan. Semakin banyak output yang  dihasilkan. Semakin banyak output yang dihasilkan, semakin besar biaya totalnya :

16.00

Ruang Linkup Ekonomi Manajerial

Diposkan oleh Unknown |


Ruang Linkup Ekonomi Manajerial
Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )



Pengertian
Ekonomi Manajerial : adalah penerapan dari ilmu ekonomi (teori ekonomi) dan teori pengambilan keputusan untuk mengevaluasi atau menganalisis cara suatu organisasi (perusahaan) dalam mencapai tujuannya secara efisien.

Managerial economics : The application of economic theory and tools of decision science to examine how organization can achieve its aims or objectives most efficiently.

Untuk melihat makna dari ekonomi manajerial secara lebih utuh dapat digunakan bantuan gambar 1. berikut ini :

Teori Perusahaan
Perusahaan : adalah suatu organisasi yang mengelola dan memadukan sumberdaya ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa yang akan dijual kepada masyarakat dengan tujuan-tujuan tertentu.
Tujuan Perusahaan
Dalam tahap awal dari perkembangan teori perusahaan dinyatakan, bahwa tujuan (objective) dari perusahaan adalah untuk memaksimumkan profit (laba) dari kegiatan usahanya.
Dalam perkembangan selanjutnya, berkaitan dengan adanya ketidakpastian dimasa yang akan datang dan untuk jangka waktu yang panjang, rumusan dari tujuan perusahaan mengalami perubahan. Kemudian tujuan (objective) perusahaan menjadi memaksimumkan nilai perusahaan, dan bukan memaksimumkan laba jangka pendek.
Tujuan Perusahaan yang memaksimumkan nilai perusahaan, berarti memaksimumkan laba (profit) yang mencakup ketidakpastian dan dimensi waktu.
Definisi Nilai
Dalam bidang ekonomi dan bisnis terdapat banyak konsep tentang nilai, diantaranya nilai perolehan, nilai buku, nilai pasar, nilai likuidasi dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud dengan nilai perusahaan dalam ekonomi manajerial adalah nilai sekarang (present value) dari laba masa mendatang (future profit) yang diharapkan.

Discount Factor
Discount Factor adalah menghitung sejumlah uang disaat sekarang, bila diketahui sejumlah nilai tertentu di masa yang akan datang dengan memperhatikan tingkat bunga yang relevan.

Laba Ekonomi
Laba ekonomi (economic profit), adalah hasil penjualan (total revenue dikurangi "Explicit costs dan (plus) implicit cost)


Dengan kata lain, economic profit adalah sama dengan business profit - implicit cost.


Implicit Costs (biaya tersembunyi): adalah taksiran terhadap nilai faktor produksi yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang digunakan dalam kegiatan produksi.
Faktor produksi milik perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan output seharusnya perusahaan tetap membayarnya (dimasukkan dalam kalkulasi biaya produksi), meskipun perusahaan secara aktual tidak mengeluarkan uang/biaya eksplisit.

Berbagai Theory of Profit
Tingkat keuntungan yang diperoleh dari kegiatan operasi perusahaan umumnya berbeda-beda diantara perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri yang sama maupun di dalam industri yang berlainan jenisnya.
Berikut ini beberapa teori yang menjelaskan adanya perbedaan tingkat keuntungan (laba) dari perusahaan-perusahaan tersebut.
(1)        Frictional Theory of Profit (Toeri Laba Friksional)
(2)        Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory of Profits)
(3)        Teori Laba Inovasi (Inovation Theory of Profit)
(4)        Managerial Efficiency Theory of Profit (Teori Laba Efesiensi Manajerial)
(5)  Teori Laba dalam Menghadapi Risiko (Risk­ Bearing Theories of Profit)

Fungsi Laba
Laba itu mempunyai fungsi yang sangat penting didalam mendorong kemajuan perdagangan bebas dan perekonomian. Laba yang tinggi akan merupakan insentif bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi dan lebih banyak lagi perusahaan yang akan masuk kedalam industri. Bagi perusahaan yang efisiensinya yang tinggi laba diatas normal (super profit) merupakan ganjaran (reward) atas kerja kerasnya.

Perusahaan yang mempunyai kekuatan monopoli dapat mengatur dan membatasi jumlah output yang harus diproduksi dan dijual serta menetapkan harga yang tinggi diatas harga pada pasar persaingan sempurna. Dengan demikian perusahaan yang mempunyai kekuatan monopoli akan dapat memperoleh keuntungan diatas laba normal/super profit/keuntungan luar biasa.
Teori ini menyatakan bahwa laba ini (laba friksional) timbul karena adanya friksi (friction) atau gangguan dari keseimbangan jangka panjang. Dalam keseimbangan pasar persaingan sempurna (perfect competition) jangka panjang, perusahaan-peruahaan cenderung hanya memperoleh laba normal atau economic (zero) profit dari investasi yang dilakukannya.
Bila dalam jangka pendek beberapa perusahaan yang terdapat dalam suatu industri tertentu memperoleh laba yang besar (super profit), maka keadaan ini akan mendorong perusahaan-perusahaan baru masuk ke dalam industri dan selanjutnya hal ini akan dapat menurunkan laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri tersebut laba normal (normal profit) atau economic (zero) profit.
Tingkat keuntungan yang diperoleh dari kegiatan operasi perusahaan umumnya berbeda-beda diantara perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri yang sama maupun di dalam industri yang berlainan jenisnya.
Berikut ini beberapa teori yang menjelaskan adanya perbedaan tingkat keuntungan (laba) dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Teori laba inovasi menyatakan bahwa profit adalah merupakan reward suatu inovasi produk maupun proses produksi yang sukses. Sebagai contoh, Steven Jobs pendiri perusahaan Apple Computer menjadi milionaire karena berhasil melakukan inovasi dengan memperkenalkan Apple Computer pada tahun 1977.

21.24

NORMA, MORAL DAN ETIKA DALAM BISNIS GLOBAL

Diposkan oleh Unknown |


NORMA,  MORAL DAN ETIKA DALAM BISNIS GLOBAL
Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )




Pertama, inti daripada etika bisnis yang pantas dikembangkan ditanah air kita adalah pengendalian diri, sesuai dengan falsafah Pancasila yang kita miliki. Kita semua menyadari bahwa keuntungan adalah motivasi bisnis. Yang ingin diatur dalam etika bisnisadalah bagaimana memperoleh keuntungan itu. Keuntungan yang dicapai dengan cara yang curang, secara tidak adil, dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan martabat kemanusiaaan, tidaklah etis.Etika bisnis juga “membatasi” besarnya keuntungan, sebatas yang tidak merugikan masyarakatnya. Kewajaran merupakan ukuran yang relatif, tetapi harus senantiasa diupayakan.Etika bisnis bisa mengatur bagaimana keuntungan digunakan. Meskipun keuntungan merupakan hak, tetapi pengunaannya harus pula memperhatikan kebutuhan dan keadaan masyarakatsekitarnya.

Kedua, kepekaan terhadap keadaan dan lingkungan masyarakat. Etika bisnis harus mengandung pula sikap solidaritas sosial. Misalnya, dalam keadaan langka, harga suatu barang dapat ditetapkan sesuka hati oleh mereka yang menguasai sisi penawaran. Disini penghayatan dankepekaan akan tanggung jawab dan solidaritas sosial harus menjadi rambu-rambu.

Ketiga, mengembangkan suasana persaingan yang sehat. Persaingan adalah “adrenalin” -nya bisnis. Ia menghasilkan dunia usaha yang dinamis dan terus berusaha menghasilkan yangterbaik. Namun persaingan haruslah adil dengan aturan-aturan yang jelas dan berlaku bagi semua orang. Memenangkan persaingan bukan berarti mematikan saingan atau pesaing. Dengandemikian persaingan harus diatur agar selalu ada, dan dilakukan di antara kekuatan-kekuatan yang kurang lebih seimbang.

Keempat, yang besar membantu yang kecil. Praktek bisnis yang etis tidak menghendaki yang besar tumbuh dengan mematikan (at the cost of) yang kecil. Usaha besar dalam proses pertumbuhannya harus pula “membawa-tumbuh” usaha-usaha kecil. Ada hal-hal yang lebih tepatdilakukan oleh usaha skala kecil. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa usaha besar,menengah, dan kecil harus saling me nunjang, sehingga terbentuk struktur dunia usaha yang kukuh.

Kelima, bisnis tidak boleh hanya memperhatikan masa kini atau kenikmatan saat ini. Sikap“aji mumpung” bertentangan dengan etika bisnis. Dunia usaha harus pula memperhatikan masadepan bangsa dan mewariskan keadaan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.

Kesinambungan harus merupakan bagian dari etika bisnis dunia usaha Indonesia. Dalam kaitan ini, lingkungan alam tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan jangka pendek atau menarikkeuntungan yang sebesar-besarnya.
Bisnis yang baik harus selalu memperhatikan keberlanjutan (sustainability ) alam yang mendukungnya.
Keenam, memelihara jatidiri, jiwa kebangsaan dan jiwa patriotik. Kita menyadari bahwa globalisasi ekonomi akan membuat kegiatan bisnis menjadi berkembang tidak mengenal tapal batas. Struktur usaha tidak bisa lagi dibatasi oleh nasionalitas. Proses produksi akan terdiri dari rangkaian simpul-simpul yang tersebar di berbagai negara. Pemilikan usaha juga akan semakin mengglobal. Bahkan WTO menghendaki dihapuskannya perbedaan antara asing dan domestic dalam perlakuan terhadap investasi dan perdagangan. Karena itu kita tidak boleh hanyut dan tidak memandang penting lagi hakikat kebangsaan.Bisnis bisa internasional, tetapi setiap orang pada dasarnya tidak bisa melepaskan diri dari ikatan kewarganegaraannya. 

Oleh karena itu dalam keadaan bagaimanapun pelaku bisnis warga negara Indonesia, tidak boleh kehilangan rasa kebangsaannya dan jatidirinya sebagai orang Indonesia. Ia harus memiliki kepedulian dan komitmen untuk turut menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsanya melalui kiprahnya dalam bisnis. Jiwa patriotik harus selalu menyala di dalam diri insan bisnis Indonesia, betapapun “internasional”nya wawasan dan kegiatan bisnis yang dilakukannya. Ia tetap harus memperhatikan dan mendahulukan kepentingan bangsanya, yaitu bangsa yang telah membesarkan bisnis dan dirinya. Etika usaha yang didambakan oleh kita semua tentu tidak akan dengan sendirinya dipraktikkan oleh kalangan dunia usaha tanpa adanya suatu “aturan main” yang jelas bagi dunia usaha itu sendiri.
            Pengembangan wacana etika bisnis harus dikembangkan sedini mungkin. Agar dapat menyongsong abad ke 21 dengan penuh percaya diri, maka daya saing kita tidak bisa tidak harus terus diasah sehingga kita dapat berkompetisi di tingkat global — dan etika bisnis memainkan peran ya ng amat penting dalam pembentukan iklim yang mendorong ke arah itu.




DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI TERHADAP LINGKUNGAN
HIDUP
Pembangunan merupakan upaya sadar untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya guna meningkatkan mutu kehidupan rakyat. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan indikator keberhasilan suatu pembangunan seringkali digunakanuntuk mengukur kualitas hidup manusia., sehingga semakin tinggi nilai pertumbuhan ekonomi maka semakin tinggi pula taraf hidup manusia. Semakin cepat pertumbuhanekonomi akan semakin banyak barang sumberdaya yang diperlukan dalam prosesproduksi yang pada gilirannya akan mengurangi ketersediaan sumberdaya alamsebagai bahan baku yang tersimpan pada sumberdaya alam yang ada.. Jadi semakinmenggebunya pembangunan ekonomi dalam rangka meningkatkan taraf hidupmasyarakat berarti semakin banyak barang sumberdaya yang diambil dari dalambumi dan akan semakin sedikitlah jumlah persediaan sumberdaya alam tersebut.Disamping itu pula pembangunan ekonomi yang cepat dibarengi denganpembangunan instalasi-instalasi pengolah maka akan tercipta pula pencemaran yangmerusaksumberdaya alam dan juga manusia itu sendiri.
Implikasi Globalisasi Bisnis 
Kata Stuart Hart dalam bukunya Capitalism at the Crossroads (2005), kita sedang berada di beberapa simpang jalan.
Pertama, secara umum, kita di persimpangan jalan sebagai spesies. Ada 6,5 miliar manusia saat ini di Bumi, melejit dari hanya dua miliar di awal 1950-an. Belum pernah ada pertumbuhan satu spesies secepat ini sebelumnya. Ketika kita harus berhitung dengan ekstraksi bahan mentah dan sampah yang dihasilkan, hasilnya monumental. Sesuatu yang mendasar harus kita ubah jika kita ingin dunia ini bisa menopang hidup orang sejumlah itu dengan kualitas yang memadai.

Kebijakan dalam Penentuan harga
Kuncinya pada perubahan cara penentuan harga (pricing). Secara konvensional, harga adalah biaya produksi dan distribusi ditambah marjin laba. Strategi baru ini persis kebalikannya. Ketahui dulu berapa kekuatan pembeli untuk membayar, lalu kurangi dengan marjin laba dan baru hitung bagaimana produk bisa diproduksi dan dipasarkan dalam budget itu. Maka, selain konsekuensi teknis produksi dan pemasaran, pasar pun perlu dibangun dan tak bisa hanya sekadar dipenetrasi seperti kata buku ekonomi.

Kejahatan Korporasi Global
Ekonomi global menunjukkan keadaan resesi yang semakin dalam. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kian melamban, pengangguran membengkak, pertumbuhan dan konsumsi menurun, indeks sahamnya di Wall Street sampai di bawah angka 8.000 seperti setelah terjadinya tragedi 11 September. 

Subscribe