18.58

TEKNIK-TEKNIK OPTIMISASI

Diposting oleh Unknown |


TEKNIK-TEKNIK OPTIMISASI DAN PERANGKAT-PERANGKAT
MANAJEMEN BARU 

 ntuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )




Pendahuluan
Hubungan ekonomi dapat digambarkan dalam bentuk persamaan, tabel, atau grafik. Bila hubungannya sederhana grafik dan atau tabel sudah mencukupi, tapi jika hubungannya rumit maka menggunakan persamaan sangat diperlukan. Hubungan dengan menggunakan persamaan juga diperluk an untuk menentukan solusi optimal dari suatu masalah.
Penerimaan.
Adalah : TR = P x Q
Contoh, hubungan antara penerimaan penjualan dengan kuantitas penjualan dapat dijelaskan dengan persamaan:
TR = 100Q -10Q2
Hubungan sederhana itu dapat dibuatkan tabel dan grafiknya.

Biaya total, rata-rata, dan marjinal

Q (Unit)
TC (Rp)
AC (Rp)
MC (Rp)
0
20


1
140


2
160


3
180


4
240


5
480




Hubungan kurva TC dan MC
Kurva MC adalah derivasi dari kurva TC
Hubungan kurva AC dan MC
Jika: AC < MC
         AC > MC
         AC = MC
Analisis Optimasi
Laba maksimum tercapai ketika MC = MR
 
Diferensial Kalkulus

Kaedah-kaedah diferensiasi

Maksimisasi Tanpa Kendala
Katakanlah suatu aktivitas (X) menghasilkan manfaat penerimaan, R sehingga R = R(X) dan aktivitas tersebut memerlukan biaya, C, sehingga C = C(X). Katakanlah bahwa tujuan kita ingin memaksimasi manfaat bersih, NR, yang didefinisikan sebagai perbedaan antara manfaat dan biaya, maka  NR = NB(X) = R(X) – C(X)
Berdasarkan dalil Kalkulus, NB maksimum dapat dicapai dengan cara menderivasi persamaan NR terhadap kegiatan X dan samakan turunan pertama hasil derivasi dengan nol. Ini merupakan syarat esensial maksimisasi. Hasil derivasi tersebut adalah :

Maksimisasi Fungsi Berkendala

Maksimisasi fungsi berkendala yaitu memaksimumkan suatu persamaan dengan adanya persamaan lain sebagai kendala. Persamaan yang akan dimaksimumkan adalah fungsi tujuan dan sebagai kendalanya adalah fungsi atau persamaan terkendala. Kedua persamaan ini kemudian digabungkan dalam persamaan Lagrange untuk kemudian dicari solusinya.

Minimisasi Fungsi Berkendala

Katakanlah, suatu perusahaan ingin meminimumkan biaya produksi yang merupakan  jumlah dari total pengeluaran n aktivitas X1, X2, …., Xn, sehingga biaya produksi tersebut digambarkan dengan fungsi :
C = P1X1 + P2X2 + …. + PnXn

Konsep Total, Marjinal, dan Rata-rata

Dalam ekonomi manajerial, dua variabel yang sering diukur secara total, marginal, dan rata-rata adalah biaya dan produksi. Berdasarkan atas biaya  dan produksi serta setelah dipertimbangkan faktor harga maka dapat dihitung penerimaan (revenue) serta pendapatan atau laba (profit).

Biaya

Biaya total (total assets) adalah keseluruhan biaya yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan untuk memperoleh suatu output tertentu. Biaya total (TC = Total Cost) biasanya merupakan fungsi dari output yang dihasilkan. Semakin banyak output yang dihasilkan. Semakin banyak output yang  dihasilkan. Semakin banyak output yang dihasilkan, semakin besar biaya totalnya :

16.00

Ruang Linkup Ekonomi Manajerial

Diposting oleh Unknown |


Ruang Linkup Ekonomi Manajerial
Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )



Pengertian
Ekonomi Manajerial : adalah penerapan dari ilmu ekonomi (teori ekonomi) dan teori pengambilan keputusan untuk mengevaluasi atau menganalisis cara suatu organisasi (perusahaan) dalam mencapai tujuannya secara efisien.

Managerial economics : The application of economic theory and tools of decision science to examine how organization can achieve its aims or objectives most efficiently.

Untuk melihat makna dari ekonomi manajerial secara lebih utuh dapat digunakan bantuan gambar 1. berikut ini :

Teori Perusahaan
Perusahaan : adalah suatu organisasi yang mengelola dan memadukan sumberdaya ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa yang akan dijual kepada masyarakat dengan tujuan-tujuan tertentu.
Tujuan Perusahaan
Dalam tahap awal dari perkembangan teori perusahaan dinyatakan, bahwa tujuan (objective) dari perusahaan adalah untuk memaksimumkan profit (laba) dari kegiatan usahanya.
Dalam perkembangan selanjutnya, berkaitan dengan adanya ketidakpastian dimasa yang akan datang dan untuk jangka waktu yang panjang, rumusan dari tujuan perusahaan mengalami perubahan. Kemudian tujuan (objective) perusahaan menjadi memaksimumkan nilai perusahaan, dan bukan memaksimumkan laba jangka pendek.
Tujuan Perusahaan yang memaksimumkan nilai perusahaan, berarti memaksimumkan laba (profit) yang mencakup ketidakpastian dan dimensi waktu.
Definisi Nilai
Dalam bidang ekonomi dan bisnis terdapat banyak konsep tentang nilai, diantaranya nilai perolehan, nilai buku, nilai pasar, nilai likuidasi dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud dengan nilai perusahaan dalam ekonomi manajerial adalah nilai sekarang (present value) dari laba masa mendatang (future profit) yang diharapkan.

Discount Factor
Discount Factor adalah menghitung sejumlah uang disaat sekarang, bila diketahui sejumlah nilai tertentu di masa yang akan datang dengan memperhatikan tingkat bunga yang relevan.

Laba Ekonomi
Laba ekonomi (economic profit), adalah hasil penjualan (total revenue dikurangi "Explicit costs dan (plus) implicit cost)


Dengan kata lain, economic profit adalah sama dengan business profit - implicit cost.


Implicit Costs (biaya tersembunyi): adalah taksiran terhadap nilai faktor produksi yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang digunakan dalam kegiatan produksi.
Faktor produksi milik perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan output seharusnya perusahaan tetap membayarnya (dimasukkan dalam kalkulasi biaya produksi), meskipun perusahaan secara aktual tidak mengeluarkan uang/biaya eksplisit.

Berbagai Theory of Profit
Tingkat keuntungan yang diperoleh dari kegiatan operasi perusahaan umumnya berbeda-beda diantara perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri yang sama maupun di dalam industri yang berlainan jenisnya.
Berikut ini beberapa teori yang menjelaskan adanya perbedaan tingkat keuntungan (laba) dari perusahaan-perusahaan tersebut.
(1)        Frictional Theory of Profit (Toeri Laba Friksional)
(2)        Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory of Profits)
(3)        Teori Laba Inovasi (Inovation Theory of Profit)
(4)        Managerial Efficiency Theory of Profit (Teori Laba Efesiensi Manajerial)
(5)  Teori Laba dalam Menghadapi Risiko (Risk­ Bearing Theories of Profit)

Fungsi Laba
Laba itu mempunyai fungsi yang sangat penting didalam mendorong kemajuan perdagangan bebas dan perekonomian. Laba yang tinggi akan merupakan insentif bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi dan lebih banyak lagi perusahaan yang akan masuk kedalam industri. Bagi perusahaan yang efisiensinya yang tinggi laba diatas normal (super profit) merupakan ganjaran (reward) atas kerja kerasnya.

Perusahaan yang mempunyai kekuatan monopoli dapat mengatur dan membatasi jumlah output yang harus diproduksi dan dijual serta menetapkan harga yang tinggi diatas harga pada pasar persaingan sempurna. Dengan demikian perusahaan yang mempunyai kekuatan monopoli akan dapat memperoleh keuntungan diatas laba normal/super profit/keuntungan luar biasa.
Teori ini menyatakan bahwa laba ini (laba friksional) timbul karena adanya friksi (friction) atau gangguan dari keseimbangan jangka panjang. Dalam keseimbangan pasar persaingan sempurna (perfect competition) jangka panjang, perusahaan-peruahaan cenderung hanya memperoleh laba normal atau economic (zero) profit dari investasi yang dilakukannya.
Bila dalam jangka pendek beberapa perusahaan yang terdapat dalam suatu industri tertentu memperoleh laba yang besar (super profit), maka keadaan ini akan mendorong perusahaan-perusahaan baru masuk ke dalam industri dan selanjutnya hal ini akan dapat menurunkan laba yang diperoleh perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri tersebut laba normal (normal profit) atau economic (zero) profit.
Tingkat keuntungan yang diperoleh dari kegiatan operasi perusahaan umumnya berbeda-beda diantara perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri yang sama maupun di dalam industri yang berlainan jenisnya.
Berikut ini beberapa teori yang menjelaskan adanya perbedaan tingkat keuntungan (laba) dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Teori laba inovasi menyatakan bahwa profit adalah merupakan reward suatu inovasi produk maupun proses produksi yang sukses. Sebagai contoh, Steven Jobs pendiri perusahaan Apple Computer menjadi milionaire karena berhasil melakukan inovasi dengan memperkenalkan Apple Computer pada tahun 1977.

21.24

NORMA, MORAL DAN ETIKA DALAM BISNIS GLOBAL

Diposting oleh Unknown |


NORMA,  MORAL DAN ETIKA DALAM BISNIS GLOBAL
Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )




Pertama, inti daripada etika bisnis yang pantas dikembangkan ditanah air kita adalah pengendalian diri, sesuai dengan falsafah Pancasila yang kita miliki. Kita semua menyadari bahwa keuntungan adalah motivasi bisnis. Yang ingin diatur dalam etika bisnisadalah bagaimana memperoleh keuntungan itu. Keuntungan yang dicapai dengan cara yang curang, secara tidak adil, dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan martabat kemanusiaaan, tidaklah etis.Etika bisnis juga “membatasi” besarnya keuntungan, sebatas yang tidak merugikan masyarakatnya. Kewajaran merupakan ukuran yang relatif, tetapi harus senantiasa diupayakan.Etika bisnis bisa mengatur bagaimana keuntungan digunakan. Meskipun keuntungan merupakan hak, tetapi pengunaannya harus pula memperhatikan kebutuhan dan keadaan masyarakatsekitarnya.

Kedua, kepekaan terhadap keadaan dan lingkungan masyarakat. Etika bisnis harus mengandung pula sikap solidaritas sosial. Misalnya, dalam keadaan langka, harga suatu barang dapat ditetapkan sesuka hati oleh mereka yang menguasai sisi penawaran. Disini penghayatan dankepekaan akan tanggung jawab dan solidaritas sosial harus menjadi rambu-rambu.

Ketiga, mengembangkan suasana persaingan yang sehat. Persaingan adalah “adrenalin” -nya bisnis. Ia menghasilkan dunia usaha yang dinamis dan terus berusaha menghasilkan yangterbaik. Namun persaingan haruslah adil dengan aturan-aturan yang jelas dan berlaku bagi semua orang. Memenangkan persaingan bukan berarti mematikan saingan atau pesaing. Dengandemikian persaingan harus diatur agar selalu ada, dan dilakukan di antara kekuatan-kekuatan yang kurang lebih seimbang.

Keempat, yang besar membantu yang kecil. Praktek bisnis yang etis tidak menghendaki yang besar tumbuh dengan mematikan (at the cost of) yang kecil. Usaha besar dalam proses pertumbuhannya harus pula “membawa-tumbuh” usaha-usaha kecil. Ada hal-hal yang lebih tepatdilakukan oleh usaha skala kecil. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa usaha besar,menengah, dan kecil harus saling me nunjang, sehingga terbentuk struktur dunia usaha yang kukuh.

Kelima, bisnis tidak boleh hanya memperhatikan masa kini atau kenikmatan saat ini. Sikap“aji mumpung” bertentangan dengan etika bisnis. Dunia usaha harus pula memperhatikan masadepan bangsa dan mewariskan keadaan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.

Kesinambungan harus merupakan bagian dari etika bisnis dunia usaha Indonesia. Dalam kaitan ini, lingkungan alam tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan jangka pendek atau menarikkeuntungan yang sebesar-besarnya.
Bisnis yang baik harus selalu memperhatikan keberlanjutan (sustainability ) alam yang mendukungnya.
Keenam, memelihara jatidiri, jiwa kebangsaan dan jiwa patriotik. Kita menyadari bahwa globalisasi ekonomi akan membuat kegiatan bisnis menjadi berkembang tidak mengenal tapal batas. Struktur usaha tidak bisa lagi dibatasi oleh nasionalitas. Proses produksi akan terdiri dari rangkaian simpul-simpul yang tersebar di berbagai negara. Pemilikan usaha juga akan semakin mengglobal. Bahkan WTO menghendaki dihapuskannya perbedaan antara asing dan domestic dalam perlakuan terhadap investasi dan perdagangan. Karena itu kita tidak boleh hanyut dan tidak memandang penting lagi hakikat kebangsaan.Bisnis bisa internasional, tetapi setiap orang pada dasarnya tidak bisa melepaskan diri dari ikatan kewarganegaraannya. 

Oleh karena itu dalam keadaan bagaimanapun pelaku bisnis warga negara Indonesia, tidak boleh kehilangan rasa kebangsaannya dan jatidirinya sebagai orang Indonesia. Ia harus memiliki kepedulian dan komitmen untuk turut menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsanya melalui kiprahnya dalam bisnis. Jiwa patriotik harus selalu menyala di dalam diri insan bisnis Indonesia, betapapun “internasional”nya wawasan dan kegiatan bisnis yang dilakukannya. Ia tetap harus memperhatikan dan mendahulukan kepentingan bangsanya, yaitu bangsa yang telah membesarkan bisnis dan dirinya. Etika usaha yang didambakan oleh kita semua tentu tidak akan dengan sendirinya dipraktikkan oleh kalangan dunia usaha tanpa adanya suatu “aturan main” yang jelas bagi dunia usaha itu sendiri.
            Pengembangan wacana etika bisnis harus dikembangkan sedini mungkin. Agar dapat menyongsong abad ke 21 dengan penuh percaya diri, maka daya saing kita tidak bisa tidak harus terus diasah sehingga kita dapat berkompetisi di tingkat global — dan etika bisnis memainkan peran ya ng amat penting dalam pembentukan iklim yang mendorong ke arah itu.




DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI TERHADAP LINGKUNGAN
HIDUP
Pembangunan merupakan upaya sadar untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya guna meningkatkan mutu kehidupan rakyat. Pertumbuhan ekonomi yang merupakan indikator keberhasilan suatu pembangunan seringkali digunakanuntuk mengukur kualitas hidup manusia., sehingga semakin tinggi nilai pertumbuhan ekonomi maka semakin tinggi pula taraf hidup manusia. Semakin cepat pertumbuhanekonomi akan semakin banyak barang sumberdaya yang diperlukan dalam prosesproduksi yang pada gilirannya akan mengurangi ketersediaan sumberdaya alamsebagai bahan baku yang tersimpan pada sumberdaya alam yang ada.. Jadi semakinmenggebunya pembangunan ekonomi dalam rangka meningkatkan taraf hidupmasyarakat berarti semakin banyak barang sumberdaya yang diambil dari dalambumi dan akan semakin sedikitlah jumlah persediaan sumberdaya alam tersebut.Disamping itu pula pembangunan ekonomi yang cepat dibarengi denganpembangunan instalasi-instalasi pengolah maka akan tercipta pula pencemaran yangmerusaksumberdaya alam dan juga manusia itu sendiri.
Implikasi Globalisasi Bisnis 
Kata Stuart Hart dalam bukunya Capitalism at the Crossroads (2005), kita sedang berada di beberapa simpang jalan.
Pertama, secara umum, kita di persimpangan jalan sebagai spesies. Ada 6,5 miliar manusia saat ini di Bumi, melejit dari hanya dua miliar di awal 1950-an. Belum pernah ada pertumbuhan satu spesies secepat ini sebelumnya. Ketika kita harus berhitung dengan ekstraksi bahan mentah dan sampah yang dihasilkan, hasilnya monumental. Sesuatu yang mendasar harus kita ubah jika kita ingin dunia ini bisa menopang hidup orang sejumlah itu dengan kualitas yang memadai.

Kebijakan dalam Penentuan harga
Kuncinya pada perubahan cara penentuan harga (pricing). Secara konvensional, harga adalah biaya produksi dan distribusi ditambah marjin laba. Strategi baru ini persis kebalikannya. Ketahui dulu berapa kekuatan pembeli untuk membayar, lalu kurangi dengan marjin laba dan baru hitung bagaimana produk bisa diproduksi dan dipasarkan dalam budget itu. Maka, selain konsekuensi teknis produksi dan pemasaran, pasar pun perlu dibangun dan tak bisa hanya sekadar dipenetrasi seperti kata buku ekonomi.

Kejahatan Korporasi Global
Ekonomi global menunjukkan keadaan resesi yang semakin dalam. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kian melamban, pengangguran membengkak, pertumbuhan dan konsumsi menurun, indeks sahamnya di Wall Street sampai di bawah angka 8.000 seperti setelah terjadinya tragedi 11 September. 

21.21

ETIKA DALAM MANAJEMEN KEUANGAN

Diposting oleh Unknown |


ETIKA DALAM MANAJEMEN KEUANGAN
Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )




Fungsi Keuangan dalam suatu perusahaan adalah bagain yang bertugas untuk mengatur pencarian sumber-sumber dana yang dibutuhkan bagi perusahaan dan kemudian mengatur penggunaan dari dana yang telah diperolehnya. Sumber dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, baik sumber yang ada di intern yaitu yang berasal dari perusahaan itu sendiri maupun dana yang berasal dari ekstern perusahaan.
Yang dimaksud dengan sumber intern perusahaan adalah dana yang berasal dari hasil kegiatan perusahaan misalnya: hasil penjualan yang menghasilkan laba dan dari laba ini yang dimanfaatkan untuk kegiatan perusahaan tersebut.

Kebutuhan Operasional 
Kebutuhan Operasional adalah merupakan kebutuhan terhadap barang-barang modal yang dipergunakan untuk melakukan keghiatan operasional perusahaan. Kebutuhan ini sebagai contohnya : kebutuhan modal kerja mebayar upah, membayar listrik teleepon dn lain sebagainya. Disamping itu modal kerja atau modal usaha ini maka terdapat pula kebutuhan akan barang modal tetap (aktiva tetap) yang berupa mesin-mesin, gedung kantor, peralatan kerja dan lain-lain.
Kebutuhan Sumber Dana 
Kebutuhan terhadap alat-alat opersionla perlu dicermati dan dianalisa dari mana dana yang kan dipernakan untuk membiayai kebutuhan-kebuthan alat-alat operasional tersebut. 
Contohnya manajemen telah memperhitungkan kebutuhan modal kerja sebesar Rp. 10 Milyard , maka di sini perlu dianalisa dari mana dana sebesar itu harus diperoleh. Dalam hal ini dapat diambil dari Hutang/Modal Asing ataupun Modal Sendiri.Baik modal asing maupun modal sendiri merupakan sumber dana yang kan dipergunakan dalam membiayai kebutuhan modal tersebut.

Dilihat dari asalnya, maka sumber dana dapat dibagi menjadi :
                1. Sumber dana Ektern
                2. Sumber Dana Intern.
Jika dilihat dari kepemilikannya sumber dana dapat dibagi dua macam yaitu :
                a. Modal Asing
                b. Modal Sendiri

Pembagian lain adalah atas dasar jangka waktunya yang tercakup dalam sumber dana tersebut maka dapat dibagai menjadi :
                1. Sumber Dana jangka Pendek
                2. Sumber Dana Jangka Panjang

 Sumber dana asing adalah sumber dana yang mana pemilik dari sumber dana tersebut adalah merupakan pihak luar dari peruahaan. Sumber dana macam ini pada kenyataannya adalah berupa utang kepada pihak luat, baik hutang jangka pendek maupun hutnag jangka panjang. Misalnya modal asing dapat disebutkan sebagai berikut :
                - Hutang Dagang
                - Hutang Obligasi
                - Hutang hipotek 
                - Kredit Bank
                - KMKP (Kredit modal Kerja Permanen)
                - KIK (Kredit Investasi Kecil)

Sumber dana senduiri yaitu sumber dana dari pemilik dana tersebut adalah merupakan pemilik peruahaan yang bersangkutan. Sumber dana ini sering disebut Modal Sendiri atau Ownwer’s Equity. Contohnya :
                - Modal Saham Biasa ( Common Stock)
                - Modal Saham Preferen ( Preferren Stock)
                - Modal Statuta
                - Modal Sendiri
                - Laba yang ditahan (Retained Earning)


Sumber dana ekstern adalah sumber dana yang berasal dari luat perusahaan atau berasal dari masyarkat umum di luar perusahaan. Dalam hal ini maka modal asing mauun Modal Saham adalah merupakan sumber dana yang berasal dari luar perusahaan karena keduanya adalah berasal dari masayarkat umum.


21.17

INDIVIDU DALAM ORGANISASI BISNIS

Diposting oleh Unknown |


INDIVIDU DALAM ORGANISASI BISNIS
 Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )

Seorang individu dalam memasuki perusahaan/organisasi bisnis akan membawa kemampuan, kepercayaan pribadi, harapan (expektasi) kebutuhan dan pengalaman masa lalunya sebagai suatu karateristik individunya. Selanjutnya karateristik tersebut akan saling berinteraksi dengan tatanan yang ada di organisasi seperti struktur, birokrasi hirarki, tugas dan wewenang yang ada maupun sistem pengendalian yang dimiliki suatu organisasi bisnis tersebut.

Organisasi Bisnis yang Baik dan Rasional 
Suatu organisasi bisnis dapat bertahan lama bukan dibentuk oleh suatu menajemen yang hebat, tidak juga oleh orang-orang yang hebat, ataupun sistem, melainkan dibuat dan dirancang oleh suatu nilai-nilai. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) selalu meninitik-beratkan pada bottom up, menggali segala sesuatu mulai dari bawah, bukan dari atas ke bawah (Top Down), semua orang harus tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan dan diinginkan.

Budaya Kerja Organisasi adalah :
“Keseluruhan kepercayaan (Beliefs) dan nilai-nilai (Values) yang dimiliki dan tumbuh berkembang dalam suatu organisasi atau perusahaan, menjadi dasar cara berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh insan organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.”

Karyawan sebagai bagian Organisasi Bisnis
Dalam mengembangkan sebuah strategi bisnisnya suatu perusahaan harus memperkenalkan dan mensosialisasi strategi tersebut kepada karyawannya. Sehingga mereka dapat mendukung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan perusahaan yang akan dicapai dengan menggunakans strategi bisnis ini.

Tanggung-jawab Perusahaan kepada Karyawan/Pekerja
Di negara-negara yang menganut sistem kapitalis/liberalisme, maka keberadaan perusahaan dipahami adalah untuk mendapat keuntungan ekonomis. Namun demikian selain mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan, perusahan-perusahaan ini juga dituntut untuk memenuhi tanggung jawab sosial tertentu. Berbagai pendapat tentang kepentingan relative antara profitabilitas dan tanggung jawab sosial ini. Ada pihak yang mendukung pendapat bahwa profitabilitas adalah tujuan utama dari perusahaan dan tanggungjawab sosial yang harus diitanggung adalah hanya yang masuk dalam kerangka hukum yang terkait dengan keberadaan perusahaan tersebut.
 
Manajer sebagai Pemimpin Organisasi Bisnis
Dalam perusahaan yang baik, para manajer memimpin pelaksanaan strategi pelayanan. Dengan memberikan penekanan terhadap kepedulian pada pelanggan. Kunci utamanya adalah apara manajer perlu menjalin dan menghargai hubungan mereka dengan karyawannya sebagaiman mereka melakukan terhadap para pelanggan.

Organisasi Politik
Dalam organisasi politik ini juga terdapat individu-individu yang terlibat dan berperan-aktif di dalamnya. Sehingga mereka juga mempunyai tujuan, Visi dan Misi dalam mencapai tujuannya. Kita menyadari bahwa dinamika politik tidak dapat dipisahkan dengan kegaitan ekonomi. Jika secara politik negara kita baik dan aman maka dari sisi perekonomian negara juga dapat berkembang untuk mencapai tujuannya. Sehingga negara akan makmur dan sejahtera. Namun demikian jika politik suatu negara carut marut maka hampir bisa dipastikan akan berpengaruh buruk terhadap kegiatan ekonomi suatu negara.

Organisasi Politik yang baik adalah organisasi politik yang menanamkan dan berpedoman terhadap etika dan norma-norma yang dimiliki. Walaupun pada kenyataannya di lihat pada kehidupan organisasi politik yang ada di negara kita, masih memiliki tujuan partai maupun individu untuk mencari keuntungan bagi organisasi politiknya. Karena begitu pesatnya perkembangan dunia secara global maka kebiasaan-kebiasaan buruk ini jika tidak diubah maka organisasi politik yang demikian ini akan ditinggalkan individu-individu yang ada, bahkan masayarkat juga akan tidak respect bahkan meninggalkan partai poilitk yang ada. Kita mengetahui bahwa lama kelamaan masyarakat akan semakin kritis dan cerdas, mana organisasi politik yang baik dan dapat memberikan manfaat bagi dirinya maupun lingkungannya. Dan dapat memebrikan harapan-harapan yang lebih baik dimasa depan. Pelaku bisnis juga akan menilai bahwa organisasi politik mana yang baik dan memberikan kontribusi yang nyata bagi dunia bisnis mereka.

21.15

ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Diposting oleh Unknown |


ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )



Dewasa ini secara dalam mengelola sumber daya manusia khusunya di perusahaan telah menunjukkan bahwa kegiatan pada masa lalu mempunyai banyak lekelamhannya. Kelemahan-kelemahan tersebut pada umumnya bersifat fundamental sehingga sebagian besar harus disesuaikan yang menempatkan perbaikan dan penyempurnaan menjadi sesuatu yang baru yang disebut dengan “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Sifat yang paling mendasar pada kegiatan pengelolaan sumberd ya manunia yang lama tidak terarah pada usaha mendayagunkan manusia mewujudkan eksistensi organisasi/perusahaan yang kompetitif.

Pengertian Sumber Daya Manusia
Ada 3 (tiga) macam pengertian maupun definisi dari Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu :
1.       Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi ( disebut : personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan)
2.       Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
3.       Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material/non financial ) dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.


Implementasi Manajemen SDM
Perlakuan terhadap pekerja di lingkungan perusahaan, tidak dapat dilepaskan dengan perhatian dan kebijaksanaan pemerintah dalam melaksanakan tugas untuk mensejahterakan kehidupan para karyawannya. 
Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis, sangat besar pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat/rakyatnya, dan tidak terbatas pada sekedar bagi para pekerjanya. Oleh karena itu pada masa sekarang dan dimasa-msa mendatang
Strategi manajemen SDM adalah rumusan mendasar mengenai pendayagunaan SDM sebagai usaha mempertahankan dan meningkatkan kemampuan terbaik sebuah perusahaan untuk menjadi kompetitor yang mampu memenangkan dan menguasai pasar, melalui tenaga kerja yang dimilikinya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka strategi SDM adalah merupakan rencana induk dalam menciptakan perusahaan yang mempunyai kemampuan menjamain pendaya-gunaan SDM secra efektif dalam mewujudkan misi dan visi bisnisnyua, baik di lingkungan perusahaan, apapun di unit kerjanya. Dalam strategi SDM terdapat lima komponen atau unsur yang perlua diterapkan dan diperhatikan yaitu :
1.      Filsafat SDM yaitu berisikan rumusan
2.      Kebijaksaan SDM yaitu berbentuk
3.      Program-program SDM yaitu merupakan
4.      Pelaksanaan MSDM yaitu unsur yang sisebut sebagai
5.      Proses SDM yaitu berisi rumusan atau
            Berdasarkan Strategi Manajemen SDM, maka dapat diidentifikasikan fungsi-fungsi manajemen SDM di lingkungan organisasi bisnis. Adapun fungsi-fungsi manajemen SDM adalah :
1.   Pelayanan (Service) adalah manajemn SDM yang berfungsi
2.   Kontrol (Controlling) yaitu berfungsi untuk
3.   Pengembangan (Development) yaitu kegiatan melaluiproses
4.   Kompensasi dan Akomodasi ( Compesnstion & Accomodation) yaitu fungsi yang bermaksud untuk
5.   Advis yaitu diwujudkan manajemen SDM berupa

Tujuan-tujuan dari Manajemen SDM adalah sebagai berikut :
a.     Produktivitas --
b.     Keamanan dan Kepuasan Kerja (Qualit of Work Life atau QWL) -
c.     Kualitas SDM --
d.     Keuntungan dan Manfaat lainnya--
e.     Masalah-masalah Hukum dan Etika dalam Manajemen SDM

Di samping hal di atas, yang perlu diperhatikan bagi karyawana adalah Occupational Safety and Health Administration (OSHA) yaitu salah satu undang-Undang  yang paling besar dalam menetapkan dan melaksanakan panduannya untuk melindungi pekerja dari kondisi tidak aman dan hal-hal yang berbahaya bagi keshatan di lingkungan kerjanya. Kegiatan tersebut di Indonesia disebut dengan program keselamatan dan kesehatan kerja yang mana kegiatan ini antara lain adalah sebagai berikut :
1.       Program Kesehatan Fisik yang secara universal dari sudut Hubungan Industrial Pancasila (HIP) yang harus dilaksanakan sebagai tanggung-jawab sosial perusahaan yang meliputi :
a.    Pemeriksaan kesehatan dalam rangka rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan pekerja yang kondisi kesehatannya cukup prima.
b.    Pemeriksaan seluruh aspek kesehatan tubuh (general check up) personel kunci secara periodik. Kegiatan preventif ini dimaksudkan agar personil kunci secara fisik selalu siap bekerja keras dalam mewujudkan tujuan perusahaan.
c.    Pemeriksaaan kesehatan seluruh pekerja, baik secara keseluruhan maupun aspek-aspek jasmaniah tertentu yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan.
d.    Pengadaan staf dan peraltan medis secara memasdai. Kegiatan ini bahkan dapat dikembangkan dengan memiliki poli klinik atau rumah sakit perusahaan.
e.    Bantuan pembiayaan perawatan kesehatan karena sakit, melahirkan, kecelakaan dan lain-lain.
f.     Mengupayakan lingkungan kerja dan sanitasi yang bersih dan sehat, agar tidak menjadi sumber penyakit.

2.       Program Kesehatan Mental --- berbeda dengan program kesehatan fisik program keselamatan dan kesehatan mental disamping bersifat universal sesuai dengan kebutuhan manusia, perlu dilaksanakan juga kegiatan yang bersifat khusus sejalan dengan HIP, yang mana kegiatannya berupa :
a.    memberikan perhatian dan melaksanakan usaha preventif dalam mencegah timbulnya masalah yang dapat mengakibatkan ketegangan mental, seperti stress gangguan syaraf dan lain-lain dalam bekerja.
b.    Memberikan perhatian dan melaksanakan usaha kuratif dalam membantu pekerja yang menglaami ketegangan mental karena pekerjaan yang menjadi tanggung-jawabnya.
c.    Memelihara dan mengambangkan program-program hubungan manusiawi yang akrab dan sehat, antara para pekerja dengan para manajer (eksekutif). Program ini dapat dilakukan di dalam dan di luar jam kerja sehari-hari.
d.    Menyelenggarakan acara-acara pembinaan mental, khususnya dibidang keagamaan, yang dapat mencegah itmbulnya periilaku yang merugikan pekerja atau perusahaan.


Pasar Global Ketenaga-kerjaan SDM

Subscribe