21.15

ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Diposkan oleh Unknown |


ETIKA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Untuk Materi ini, Selengkapnya Download Link di Bawah ini 
( Klik Icon Download )



Dewasa ini secara dalam mengelola sumber daya manusia khusunya di perusahaan telah menunjukkan bahwa kegiatan pada masa lalu mempunyai banyak lekelamhannya. Kelemahan-kelemahan tersebut pada umumnya bersifat fundamental sehingga sebagian besar harus disesuaikan yang menempatkan perbaikan dan penyempurnaan menjadi sesuatu yang baru yang disebut dengan “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Sifat yang paling mendasar pada kegiatan pengelolaan sumberd ya manunia yang lama tidak terarah pada usaha mendayagunkan manusia mewujudkan eksistensi organisasi/perusahaan yang kompetitif.

Pengertian Sumber Daya Manusia
Ada 3 (tiga) macam pengertian maupun definisi dari Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu :
1.       Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi ( disebut : personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan)
2.       Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
3.       Sumber Daya Manusia (SDM) adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material/non financial ) dalam organisasi bisnis, yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.


Implementasi Manajemen SDM
Perlakuan terhadap pekerja di lingkungan perusahaan, tidak dapat dilepaskan dengan perhatian dan kebijaksanaan pemerintah dalam melaksanakan tugas untuk mensejahterakan kehidupan para karyawannya. 
Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis, sangat besar pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat/rakyatnya, dan tidak terbatas pada sekedar bagi para pekerjanya. Oleh karena itu pada masa sekarang dan dimasa-msa mendatang
Strategi manajemen SDM adalah rumusan mendasar mengenai pendayagunaan SDM sebagai usaha mempertahankan dan meningkatkan kemampuan terbaik sebuah perusahaan untuk menjadi kompetitor yang mampu memenangkan dan menguasai pasar, melalui tenaga kerja yang dimilikinya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka strategi SDM adalah merupakan rencana induk dalam menciptakan perusahaan yang mempunyai kemampuan menjamain pendaya-gunaan SDM secra efektif dalam mewujudkan misi dan visi bisnisnyua, baik di lingkungan perusahaan, apapun di unit kerjanya. Dalam strategi SDM terdapat lima komponen atau unsur yang perlua diterapkan dan diperhatikan yaitu :
1.      Filsafat SDM yaitu berisikan rumusan
2.      Kebijaksaan SDM yaitu berbentuk
3.      Program-program SDM yaitu merupakan
4.      Pelaksanaan MSDM yaitu unsur yang sisebut sebagai
5.      Proses SDM yaitu berisi rumusan atau
            Berdasarkan Strategi Manajemen SDM, maka dapat diidentifikasikan fungsi-fungsi manajemen SDM di lingkungan organisasi bisnis. Adapun fungsi-fungsi manajemen SDM adalah :
1.   Pelayanan (Service) adalah manajemn SDM yang berfungsi
2.   Kontrol (Controlling) yaitu berfungsi untuk
3.   Pengembangan (Development) yaitu kegiatan melaluiproses
4.   Kompensasi dan Akomodasi ( Compesnstion & Accomodation) yaitu fungsi yang bermaksud untuk
5.   Advis yaitu diwujudkan manajemen SDM berupa

Tujuan-tujuan dari Manajemen SDM adalah sebagai berikut :
a.     Produktivitas --
b.     Keamanan dan Kepuasan Kerja (Qualit of Work Life atau QWL) -
c.     Kualitas SDM --
d.     Keuntungan dan Manfaat lainnya--
e.     Masalah-masalah Hukum dan Etika dalam Manajemen SDM

Di samping hal di atas, yang perlu diperhatikan bagi karyawana adalah Occupational Safety and Health Administration (OSHA) yaitu salah satu undang-Undang  yang paling besar dalam menetapkan dan melaksanakan panduannya untuk melindungi pekerja dari kondisi tidak aman dan hal-hal yang berbahaya bagi keshatan di lingkungan kerjanya. Kegiatan tersebut di Indonesia disebut dengan program keselamatan dan kesehatan kerja yang mana kegiatan ini antara lain adalah sebagai berikut :
1.       Program Kesehatan Fisik yang secara universal dari sudut Hubungan Industrial Pancasila (HIP) yang harus dilaksanakan sebagai tanggung-jawab sosial perusahaan yang meliputi :
a.    Pemeriksaan kesehatan dalam rangka rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan pekerja yang kondisi kesehatannya cukup prima.
b.    Pemeriksaan seluruh aspek kesehatan tubuh (general check up) personel kunci secara periodik. Kegiatan preventif ini dimaksudkan agar personil kunci secara fisik selalu siap bekerja keras dalam mewujudkan tujuan perusahaan.
c.    Pemeriksaaan kesehatan seluruh pekerja, baik secara keseluruhan maupun aspek-aspek jasmaniah tertentu yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pekerjaan.
d.    Pengadaan staf dan peraltan medis secara memasdai. Kegiatan ini bahkan dapat dikembangkan dengan memiliki poli klinik atau rumah sakit perusahaan.
e.    Bantuan pembiayaan perawatan kesehatan karena sakit, melahirkan, kecelakaan dan lain-lain.
f.     Mengupayakan lingkungan kerja dan sanitasi yang bersih dan sehat, agar tidak menjadi sumber penyakit.

2.       Program Kesehatan Mental --- berbeda dengan program kesehatan fisik program keselamatan dan kesehatan mental disamping bersifat universal sesuai dengan kebutuhan manusia, perlu dilaksanakan juga kegiatan yang bersifat khusus sejalan dengan HIP, yang mana kegiatannya berupa :
a.    memberikan perhatian dan melaksanakan usaha preventif dalam mencegah timbulnya masalah yang dapat mengakibatkan ketegangan mental, seperti stress gangguan syaraf dan lain-lain dalam bekerja.
b.    Memberikan perhatian dan melaksanakan usaha kuratif dalam membantu pekerja yang menglaami ketegangan mental karena pekerjaan yang menjadi tanggung-jawabnya.
c.    Memelihara dan mengambangkan program-program hubungan manusiawi yang akrab dan sehat, antara para pekerja dengan para manajer (eksekutif). Program ini dapat dilakukan di dalam dan di luar jam kerja sehari-hari.
d.    Menyelenggarakan acara-acara pembinaan mental, khususnya dibidang keagamaan, yang dapat mencegah itmbulnya periilaku yang merugikan pekerja atau perusahaan.


Pasar Global Ketenaga-kerjaan SDM

0 komentar:

Poskan Komentar

Subscribe